PRANATA-PRANATA DAN INSTITUSIONALISASI

ADE SAPUTRA

NPM=20110122

 

 

A. Pranata

Pranata atau institusi adalah norma atau aturan atau sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat.

Norma/aturan dalam pranata berbentuk tertulis (undang-undang dasar, undang-undang yang berlaku, sanksi sesuai hukum resmi yang berlaku) dan tidak tertulis (hukum adat, kebiasaan yang berlaku, sanksinya ialah sanksi sosial/moral (misalkan dikucilkan). Pranata bersifat mengikat dan relatif lama serta memiliki ciri-ciri tertentu yaitu simbol, nilai, aturan main, tujuan, kelengkapan, dan umur.

B. Norma-norma dalam masyarakat

Agar kebutuhan tersebut terpenuhi maka dirumuskan norma-norma dalam masyarakat. Norma-norma tersebut mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda, untuk dapat membedakannya maka dikenal 4 pengertian norma :

1.      Cara / Usage

Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lainnya dalam hubungan bermasyarakat. Mempunyai kekuatan mengikat lemah karena penyimpangan terhadapnya tidak mengakibatkan hukuman yang berat, tetapi hanya sekedar celaan saja. Misalnya cara orang minum (ada yang mengeluarkan suara ada yang tidak)

2.      Kebiasaan (folkways)

Adalah perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar dibanding usage. Pelanggaran dari kebiasan ini akan mengakibatkan orang dianggap menyimpang dari kebiasaan umum dalam masyarakat. Contoh, menghormati orang yang lebih tua.

3.      Tata kelakuan / Mores

Adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam masyarakat yang diterima sebagai nama-nama pengatur dalam masyarakat itu  (Mac. Iver & H. Page). Berperan sebagai alat pengawas, pemaksa untuk melarang sesuatu kepada anggota masyarakat supaya menyesuaikan perbuatan-perbuatan dengan tata kelakuan tersebut. Tata kelakuan berfungsi untuk :

–          Memberikan batas-batas pada kelakuan individu

–          Mengidentifikasi individu dengan kelompoknya

–          Menjaga solidaritas antara anggota-anggota masyarakat

4.      Adat kebiasaan / Custom

Terjadi dari tata kelakuan yang kuat integrasinya dengan pola perikelakuan masyarakat. Mempunyai sanksi berat bagi anggota masyarakat yang melanggar adat kebiasaan ini. Misal hukum adat yang melarang bercerai antara suami dan istri.

C. Institusionalisasi / Perlembagaan

–          Merupakan proses perkembangan dari lembaga-lembaga/ institusi/ pranata.

–          Proses ini terjadi bilamana suatu kelompok memutuskan bahwa seperangkat norma, nilai-nilai dan peranan tertentu dianggap sangat penting bagi kelangsungan hidupnya, sehingga anggotanya diminta mematuhinya.

–          Menurut SoejonoSoekanto institusionalisasi adalah proses dimana unsur norma menjadi bagian dari suatu lembaga. Dengan demikian unsur norma merupakan unsur dasar dari suatu lembaga.

–          Institusionalisasi belum memiliki unsur-unsur sistem sosial yang sempurna sebagaimana terdapat di dalam institusi/ lembaga.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Pranata
http://mawar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20672/BAB+II.doc

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s